SANG CAHAYA..


Dalam  bayang-bayang gelap, di tempat aura harapan menunda cahayanya..

Seorang anak perempuan kecil berjalan sendirian dalam kegelapan, genangan lumpur bencana banjir Sumatera..

Matanya kosong, bibirnya bergetar, jiwanya terus mencari ayah bundanya..

Kengerian bencana banjir bandang ekologis, adalah ketidakadilan yang dingin menggigit yang semakin menyergap  dunia kesuramannya.

Kuku-kuku jemari tangan kemiskinan mencakar mencabik segala  kenyamanan hidup seluruh keluarga dan kaumnya..

Anak itu  mengangkat pandangan mata jiwa ke arah  bintang-bintang kelahiran Sang Cahaya..!

Bukankah di malam ini ada kisah tentang janji purba yang abadi..?

Kisah rahmat yang tengah terungkap di setiap lubuk sanubari yang lelah..?

Wahai saudaraku Bayi Mungil di  Betlehem, yang lahir di palungan kaum sahaja, dalam pelukan  jerami hangat, kehadiran-Mu demikian bercahaya.!

Harapan yang bukan buaian kerajaan, bukan sutra lembut yang meninabobokan..

Kelahiran dalam kesahajaan, perwahyuan ilahi..! Inilah jalan yang dipilih, kebenaran surgawi:

Cahaya-Mu bersemayam di dalam hati yang hancur..

Orang kaya mungkin berpesta, orang berkuasa memegang kendali mereka, sementara di tengah kegelapan, kita menantikan, merindukan, menunggu, dan berdoa.

Rantai kekurangan, beban berat kesalahan, membungkam musik lagu harapan..

Namun dalam kesuraman, fajar baru merekah, 

Nyala api yang tak meredup yang menghalau semua rasa gentar dalam jiwa..

Sang Cahaya Ilahi, Engkau telah datang, terang dunia yang kekal, menembus kegelapan setiap malam kelam.

Fajar keadilan di dunia yang penuh perselisihan telah hadir..

Pada Malam Natal, pesan itu bergema kembali, di setiap bayangan, kami akan mencari-Mu. 

Maka biarlah terang Bayi Mungil itu  bersinar di tempat yang tinggi, bagai  mercusuar bersinar di langit yang gulita.

Dalam perbuatan baik, di tangan yang memberi, dalam hati yang memilih untuk hidup jadi manusia bagi sesama..

Cahaya dunia, harapan bagi semua orang untuk menyaksikan kehidupan baru..

Sebuah hadiah Natal untukmu, dan untukmu, dan untukku..!

Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

I.Sandyawan Sumardi


Posting Komentar

0 Komentar